S.A.T.E

We're loading the content...


28 July 2026 02:59:22

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Selasa, 28 Juli 2026

BEKERJA KERAS UNTUK ALLAH

Bacaan: Ibrani 6:9-12

Kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya.

(Ibrani 6:11)

RENUNGAN FIRMAN

Masa awal kehidupan William Carey (1762-1834) rasanya tidak menjanjikan, tetapi kemudian ia dikenal sebagai pelopor gerakan misi modern. Sebagai anak tukang tenun, Carey pernah menjadi guru dan tukang sepatu yang tidak terlalu sukses, sambil mempelajari sendiri bahasa Yunani, Ibrani, dan Latin. Bertahun-tahun kemudian, mimpinya untuk menjadi misionaris ke India pun terwujud. Namun, di sana ia mengalami banyak kesulitan, termasuk kematian anaknya, masalah kesehatan mental istrinya, dan kurangnya respons dari orang-orang yang ia layani.

Apa yang membuatnya setia melayani di tengah kesulitan yang dihadapinya ketika menerjemahkan seluruh bagian Alkitab ke dalam enam bahasa, dan beberapa bagian Alkitab ke dalam dua puluh sembilan bahasa lainnya? “Saya bisa bekerja keras,” katanya. “Saya dapat bertahan dalam usaha apa pun yang saya tekuni.” Ia telah berkomitmen untuk melayani Allah, tak peduli apa pun tantangan yang ia hadapi.

Kesetiaan yang teguh kepada Kristus itulah yang dinasihatkan oleh penulis surat Ibrani. Dia menyerukan kepada para pembaca suratnya untuk tidak “menjadi lamban” (Ibr. 6:12), tetapi “menunjukkan kesungguhan yang sama … sampai pada akhirnya” (ay.11) dalam kerinduan mereka menghormati Allah. Ia meyakinkan mereka bahwa Allah tidak “lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan” (ay.10).

Pada masa akhir hidupnya, William Carey merenungkan bagaimana Allah telah secara konsisten memenuhi kebutuhannya. “Dia tidak pernah lalai dalam menggenapi janji-Nya, maka aku pun tidak boleh lalai dalam pelayananku kepada-Nya.” Kiranya Allah juga memberi kita kesanggupan untuk melayani Dia dari hari ke hari.

Bagaimana Allah telah menolong Anda setia dalam pelayanan Anda kepada-Nya? Dengan cara apa Anda bisa membantu orang lain dalam pergumulan mereka?

Ya Tuhanku, tolong aku untuk mengikuti-Mu, saat tantangan menghadang dan juga saat menikmati kesenangan. Aku yakin Engkau selalu menyertaiku.

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top