S.A.T.E

We're loading the content...


15 August 2026 01:22:54

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Sabtu, 15 Agustus 2026

ISI SAKU LINCOLN

Bacaan: Roma 15:1-6

Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.

(Roma 15:2)

RENUNGAN FIRMAN

Pada saat presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln, ditembak di Ford Theatre di tahun 1865, dalam saku bajunya ditemukan benda-benda berikut: dua pasang kacamata, selembar pembersih lensa, sebilah pisau lipat, sebuah jam saku, sehelai saputangan, sebuah dompet kulit berisi lembaran uang senilai 5 dolar, dan delapan lembar guntingan koran, beberapa di antaranya berisi pujian terhadap dirinya dan kebijakan-kebijakan yang diambilnya.

 Saya heran mengapa presiden mengantongi uang di saku bajunya, tetapi saya bisa memahami mengapa Lincoln membawa guntingan koran yang berisi pujian terhadap dirinya. Setiap orang butuh dorongan, termasuk pemimpin besar seperti Lincoln!

Siapakah yang saat ini membutuhkan dorongan semangat? Setiap orang! Cobalah lihat sekeliling Anda. Tidak seorang pun dari mereka memiliki kepercayaan diri sebesar yang Anda kira. Terkadang hanya butuh satu kegagalan, komentar sinis, atau pengalaman buruk untuk membuat kita goyah dan meragukan diri sendiri.

Apa yang terjadi seandainya kita semua menaati perintah Allah untuk “mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya’? (Rm. 15:2) Bagaimana jika kita bertekad untuk hanya mengucapkan “perkataan yang menyenangkan”, yang “manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang’? (Ams. 16:24). Apa yang akan terjadi jika kita menuliskan perkataan seperti itu, agar teman-teman kita dapat membacanya dan menikmatinya terus-menerus? Mungkin kita perlu menyimpan catatan itu di dalam saku (atau ponsel) kita! Kita pun akan dimampukan menjadi seperti Yesus, yang “tidak mencari kesenangan-Nya sendiri” tetapi hidup untuk orang lain (Rm. 15:3).

Kata-kata siapa yang paling menguatkan Anda? Adakah seseorang yang selama ini Anda abaikan tetapi yang mungkin saat ini membutuhkan dorongan semangat?

Mungkin hal terbaik yang dapat kita lakukan kepada orang lain adalah memberikan dorongan lewat kata-kata, tindakan, maupun kehadiran kita.

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top