16 October 2026 19:30:52
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:
S.A.T.E Kemarin Halaman Utama GBI Gama
Mendengarkan Bacaan Saat Teduh
Jumat, 16 Oktober 2026
MENJALANI HIDUP DENGAN TENANG
Bacaan: 1 Tesalonika 4:9-12
Berusahalah hidup dengan tenang.
(1 Tesalonika 4:11 BIS)
RENUNGAN FIRMAN
“Apa cita-citamu kalau sudah besar nanti?” Kita semua pernah ditanya seperti itu sewaktu kecil, bahkan terkadang saat sudah dewasa. Pertanyaan itu terlontar karena rasa ingin tahu, dan jawaban yang diberikan sering kali bisa menjadi indikasi dari ambisi. Jawaban saya berubah-ubah, dari ingin menjadi koboi, sopir truk, tentara, hingga memutuskan untuk belajar menjadi dokter di perguruan tinggi. Meski demikian, tidak pernah satu kali pun saya ingat ada yang menyarankan, atau saya secara sadar mempertimbangkan, untuk berusaha “hidup dengan tenang”.
Namun, itulah yang dinasihatkan Paulus kepada jemaat di Tesalonika. Pertama, ia mendorong mereka untuk saling mengasihi dan terutama mengasihi seluruh keluarga Allah (1Tes. 4:10). Ia lalu memberikan mereka nasihat yang mencakup secara luas apa pun yang mereka usahakan saat itu: “Berusahalah hidup dengan tenang” (ay.11 BIS). Apa yang sebenarnya dimaksudkan Paulus? Ia menghendaki mereka untuk “tidak mencampuri persoalan orang lain. Hendaklah [mereka] bekerja mencari nafkah sendiri,” supaya tidak menjadi beban bagi siapa pun dan orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus akan menghormati mereka (ay.11-12 BIS). Ini bukan berarti bahwa anak-anak tidak boleh mengembangkan bakat atau mewujudkan cita-cita mereka, tetapi kita dapat mengingatkan mereka bahwa apa pun yang kelak dijalani, mereka patut mengerjakannya dengan sikap yang tenang.
Jika kita melihat keadaan dunia saat ini, sulit rasanya menjalani hidup yang tenang di tengah dunia yang ambisius. Namun, nasihat Kitab Suci selalu relevan terhadap segala zaman, jadi mungkin kita perlu memikirkan bagaimana kita dapat mulai menjalani hidup yang lebih tenang.
Apakah nasihat Paulus untuk “tidak mencampuri persoalan orang lain” dapat Anda terima? Siapakah teman Anda yang hidup dengan tenang dan ingin Anda teladani?
Tuhan Yesus, menjalani hidup dengan tenang memang menarik, tetapi tidak mudah. Mampukanlah aku mengurus persoalanku sendiri, bukan karena aku menutup diri, tetapi agar aku tidak menambah masalah di dalam dunia ini.
Apakah yang Anda bagikan hari ini?