S.A.T.E

We're loading the content...


28 June 2026 01:10:57

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Minggu, 28 Juni 2026

KARYA PENGALIHAN ALLAH

Bacaan: Kisah Para Rasul 16:6-10

Mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.

(Kisah Para Rasul 16:7)

RENUNGAN FIRMAN

Sulit rasanya menerima jawaban “tidak” atau “belum”, terlebih ketika kita merasa Allah telah membukakan pintu pelayanan bagi kita. Di awal masa pelayanan saya, ada dua kesempatan yang saya pikir sesuai dengan karunia dan kemampuan saya, tetapi ternyata tertutup bagi saya. Setelah kekecewaan tersebut, timbul panggilan pelayanan lain, dan saya pun dipilih untuk mengisinya. Di sanalah saya menjalani tiga belas tahun pelayanan penggembalaan yang memberkati banyak jiwa.

Dalam Kisah Para Rasul 16, langkah Paulus dan rekan-rekannya dua kali dialihkan oleh Allah. Pertama, “Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia” (ay.6). Kemudian, “setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka” (ay.7). Tanpa sepengetahuan mereka, Allah mempunyai rencana lain yang tepat bagi pekerjaan dan para hamba-Nya. Kata “tidak” yang diberikan Allah atas rencana sebelumnya menempatkan para hamba-Nya dalam kesiapan untuk mendengarkan dan mempercayai penuh pimpinan Allah (ay.9-10).

Adakah dari kita yang tidak bersedih atas sesuatu yang awalnya kita anggap sebagai kehilangan yang menyakitkan? Kita merasa sangat kecewa ketika tidak mendapatkan pekerjaan yang didambakan, ketika kesempatan untuk melayani tidak terwujud, atau ketika gagal pindah ke suatu tempat yang kita tuju. Kekecewaan tersebut terasa sangat berat, tetapi seiring berjalannya waktu, kita pun sering tersadar bahwa pengalihan tersebut merupakan karya kasih Allah yang dipakai-Nya untuk membawa kita ke tempat yang Dia inginkan. Untuk itu kita bersyukur kepada-Nya.

Kehilangan apa yang awalnya Anda sesali, tetapi kemudian Anda syukuri karena tidak mendapatkannya? Bagaimana situasi itu menguatkan iman Anda kepada Tuhan?

Ya Bapa, aku memuji-Mu karena dalam hikmat-Mu Engkau tahu rancangan yang terbaik untuk hidupku. Terima kasih atas perlindungan-Mu dalam setiap pengalihan yang Kau adakan.

Apakah yang saya bagikan hari ini?

Back to top