S.A.T.E

We're loading the content...


10 September 2026 02:13:45

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Kamis, 10 September 2026

AKU TIDAK TAKUT BAHAYA

Bacaan: Mazmur 23

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

(Mazmur 23:4)

RENUNGAN FIRMAN

Pada tahun 1957, Melba Pattillo Beals terpilih menjadi salah satu dari sembilan siswa kulit hitam pertama yang boleh bersekolah di Central High School, sebuah sekolah di Little Rock, Arkansas yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi siswa kulit putih. Dalam memoarnya yang terbit di tahun 2018, I Will Not Fear: My Story of a Lifetime of Building Faith Under Fire (Aku Takkan Takut: Perjuangan Hidupku Membangun Iman di Bawah Tekanan), Beals mengungkapkan kisah memilukan tentang perjuangannya menghadapi ketidakadilan dan pelecehan yang ditanggungnya dengan berani setiap hari sebagai siswa berusia lima belas tahun.

Namun, ia juga menulis tentang imannya yang teguh kepada Allah. Di saat-saat tergelapnya, ketika ketakutan nyaris melumpuhkannya, Beals berulang kali mengucapkan ayat-ayat Alkitab yang sudah dipelajarinya sejak kecil dari neneknya. Saat mengucapkannya, Beals diingatkan kembali akan penyertaan Allah, dan Alkitab memberinya keberanian untuk bertahan.

Beals sering mengucapkan Mazmur 23 dan sangat terhibur dengan menyatakan bagian ini: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku” (ay.4). Selain itu, ia juga dikuatkan oleh dorongan semangat dari sang nenek yang selalu meyakinkannya bahwa Allah “sangat dekat denganmu, dan kau hanya perlu berseru kepada-Nya bila membutuhkan pertolongan.”

Meskipun situasinya mungkin berbeda, kita pasti akan mengalami masa-masa sulit dan keadaan menakutkan yang mudah membuat kita menyerah. Di saat-saat itulah, kiranya hati Anda dikuatkan oleh kebenaran tentang kuasa kehadiran Allah yang akan selalu menyertai kita.

Pernahkah Anda merasakan kehadiran Allah dalam situasi yang menakutkan? Bagaimana kebenaran tentang Allah yang selalu menyertai itu menghibur Anda?

Ya Bapa, ketika aku takut, tolong aku mengingat bahwa Engkau dekat, dan memperoleh keberanian dalam kehadiran-Mu yang berkuasa.

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top