S.A.T.E

We're loading the content...


28 August 2026 02:56:22

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Jumat, 28 Agustus 2026

BERDOA DAN MENGASIHI

Bacaan: Roma 12:9-21

Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

(Roma 12:21)

RENUNGAN FIRMAN

Jesse Owens, atlet atletik ternama, dibesarkan oleh orangtua yang beriman teguh kepada Yesus. Ia pun menjalani hidupnya dengan penuh iman dan keberanian. Owens pernah berlaga dalam Olimpiade tahun 1936 di Berlin sebagai satu dari segelintir orang Amerika berkulit hitam dalam kontingen AS. Di sana ia berhasil menyabet empat medali emas di depan Adolf Hitler dan para pendukung Nazi yang penuh dengan kebencian terhadap ras yang berbeda. Owens sempat berteman dengan seorang atlet asal Jerman bernama Luz Long. Dalam lingkungan yang dipenuhi propaganda Nazi, sikap Owens yang sederhana dalam menghidupi imannya ternyata berdampak besar pada Luz. Di kemudian hari, Long menulis kepada Owens: “Waktu di Berlin, saat pertama kalinya aku bicara denganmu, kau sedang berlutut, dan aku tahu kau pasti sedang berdoa … aku terpikir untuk percaya juga kepada Allah.”

Owens mencontohkan bagaimana orang percaya bisa menjawab perintah Rasul Paulus untuk “[menjauhi] yang jahat” dan “saling mengasihi sebagai saudara” (Rm. 12:9-10). Ia bisa saja membalas kejahatan di sekelilingnya dengan kebencian, tetapi Owens memilih hidup dengan iman dan menunjukkan kasih kepada seseorang yang kemudian menjadi temannya dan yang akhirnya terpikir untuk percaya kepada Allah.

Ketika umat Allah dengan setia “[bertekun] dalam doa” (ay.12), Dia akan memampukan kita untuk “sehati sepikir dalam hidup [kita] bersama” (ay.16).

Ketika kita mengandalkan doa, kita dapat berkomitmen untuk menghidupi iman kita dan mengasihi semua orang yang juga diciptakan menurut gambar Allah. Saat kita berseru kepada Allah, Dia akan menolong kita meruntuhkan tembok-tembok pembatas dan membangun jembatan kedamaian dengan orang-orang di sekitar kita.

Bagaimana cara Anda membangun jembatan kedamaian antara Anda dan sesama? Pernahkah Anda melihat bagaimana kesetiaan Anda berdoa membuahkan hasil?

Bapa di surga, kuatkanlah kami agar dapat bersatu dalam doa, berkomitmen penuh untuk saling mengasihi dan hidup bersama dalam damai.

Apakah yang saya bagikan hari ini?

Back to top