S.A.T.E

We're loading the content...


08 June 2026 02:03:21

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Senin, 8 Juni 2026

MENJATUHKAN PIN BOWLING

Bacaan: Pengkhotbah 1:3-11

Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi.

(Pengkhotbah 1:9)

RENUNGAN FIRMAN

Saya tergelitik melihat tato di pergelangan kaki Erin, teman saya, yang bergambar bola bowling yang sedang menjatuhkan pin. Erin terinspirasi dari lagu Sara Groves, “Setting Up the Pins”. Liriknya yang cerdas mendorong pendengar untuk menemukan sukacita dalam rutinitas berulang-ulang yang kadang terasa tidak berarti, seperti bolak-balik menyusun pin-pin bowling yang kemudian dijatuhkan oleh orang lain.

Mencuci baju. Memasak. Memotong rumput di halaman. Hidup rasanya penuh dengan pekerjaan yang sudah selesai tetapi harus dikerjakan berulang kali – lagi dan lagi. Pergumulan itu bukanlah hal baru melainkan sudah sejak zaman lampau, seperti terungkap dalam kitab Pengkhotbah di Perjanjian Lama. Di bagian awal, penulisnya mengeluhkan siklus kehidupan manusia dari hari ke hari yang tiada habisnya sebagai kesia-siaan belaka (Pkh. 1:2-3). Semua terasa tidak berarti sebab “apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi” (ay.9).

Namun, seperti teman saya tadi, penulis kitab Pengkhotbah dapat memperoleh kembali sukacita dan makna dengan mengingat bahwa kepuasan sejati dialami saat kita takut (hormat) akan Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya (12:13). Kita pun terhibur saat mengetahui bahwa Allah menghargai setiap aspek kehidupan manusia, bahkan yang tampaknya paling remeh dan menjemukan sekalipun, dan Dia akan memberi kita upah atas kesetiaan kita (ay.14).

“Pin-pin” apa yang harus Anda susun terus-menerus dalam hidup ini? Saat tugas-tugas rutin mulai terasa melelahkan, baiklah kita mengambil waktu sejenak untuk mempersembahkan setiap pekerjaan itu sebagai persembahan kasih kita kepada Allah.

Saat mengetahui bahwa pekerjaan Anda dihargai oleh Allah, adakah pengaruhnya pada cara Anda bekerja hari ini? Bagaimana pengetahuan tersebut mendorong Anda memaknai kegiatan dan rutinitas Anda sehari-hari?

Terima kasih, Bapa, karena Engkau menghargai kegiatan kami sehari-hari. Tolong kami menemukan sukacita dalam pekerjaan kami hari ini.

Apakah yang saya bagikan hari ini?

Back to top