S.A.T.E

We're loading the content...


01 October 2026 04:33:58

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Kamis, 1 Oktober 2026

MAKAN LAGI DAN LAGI

Bacaan: Keluaran 16:14-18

Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.

(Bilangan 11:6)

RENUNGAN FIRMAN

Ketika Kerry dan Paul menikah, tidak ada dari mereka yang bisa memasak. Namun, suatu malam Kerry memutuskan untuk mencoba memasak spageti – ia memasak sangat banyak hingga malam berikutnya mereka berdua masih makan spageti. Pada hari ketiga, Paul menawarkan diri untuk memasak, menambah jumlah pasta dan saus, dengan harapan sisa spageti yang masih banyak itu bisa bertahan hingga akhir pekan. Namun, saat keduanya duduk untuk makan malam itu, Kerry mengakui, “Aku bosan sekali makan spageti terus.”

Coba bayangkan orang Israel yang makan makanan yang sama terus selama empat puluh tahun. Setiap pagi mereka mengumpulkan “makanan ajaib” yang manis dari Allah dan memasaknya (tidak boleh ada yang tersisa kecuali bila hari berikutnya adalah hari Sabat, Kel. 16:23-26). Mereka bisa berkreasi mengolah manna tersebut – dibakar atau dimasak (ay.23). Meski demikian, betapa rindunya mereka kepada makanan-makanan lezat yang pernah mereka nikmati di Mesir (ay.3; Bil. 11:1-9), sekalipun semuanya itu harus dibayar dengan kekejaman dan perbudakan yang mereka derita!

Mungkin adakalanya kita menyesali hidup ini ketika kita merasa segalanya tidak lagi seperti dahulu. Mungkin juga hidup yang “begitu-begitu saja” menyebabkan kita terus-terusan merasa tidak puas. Namun, Keluaran 16 menceritakan tentang penyediaan Allah yang setia atas bangsa Israel, sehingga sudah sepatutnya mereka percaya dan bergantung kepada pemeliharaan-Nya setiap hari.

Allah berjanji memberikan segala sesuatu yang kita perlukan, “sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan” (Mzm. 107:9).

Bagaimana Allah telah memenuhi kebutuhan Anda di masa lalu? Kerinduan apa yang saat ini membuat Anda sulit mempercayai-Nya?

Ya Bapa, terima kasih karena Engkau telah berjanji memeliharaku dengan setia dan menyediakan segala yang kuperlukan.

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top