08 October 2026 06:20:08
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:
S.A.T.E Kemarin Halaman Utama GBI Gama
Mendengarkan Bacaan Saat Teduh
Kamis, 8 Oktober 2026
PERLINDUNGAN DARI BADAI
Bacaan: Keluaran 33:12-23
Apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku sampai Aku berjalan lewat.
(Keluaran 33:22)
RENUNGAN FIRMAN
Konon, pada tahun 1763, seorang pendeta muda yang sedang menyusuri jalan setapak di bibir tebing di Somerset, Inggris, harus menyusup ke sebuah gua untuk menyelamatkan diri dari sambaran petir dan hujan yang sangat deras. Saat memandang ke arah Ngarai Cheddar, ia merenungkan anugerah perlindungan dan damai sejahtera yang dimilikinya di dalam Tuhan. Sambil menunggu badai reda, ia pun menuliskan himne berjudul “Batu Karang yang Teguh”, dengan lirik pembuka yang begitu melekat dalam ingatan: “Batu Karang yang Teguh, Kau tempatku berteduh” (Kidung Jemaat No. 37).
Kita tidak tahu apakah Augustus Toplady terpikir tentang pengalaman Musa dalam lekuk gunung ketika ia menuliskan himne tersebut (Kel. 33:22). Bukan tidak mungkin itu yang terjadi. Kitab Keluaran menceritakan bagaimana Musa meminta jaminan dan jawaban dari Allah. Ketika Musa meminta Allah menyatakan kemuliaan-Nya kepadanya, Allah menanggapinya dengan lembut, karena Dia tahu bahwa “tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup” (ay.20). Allah menempatkan Musa dalam lekuk gunung ketika Dia lewat sehingga Musa hanya melihat punggung-Nya. Musa pun tahu bahwa Allah menyertainya.
Kita dapat meyakini bahwa, seperti yang dikatakan Allah kepada Musa, “Aku sendiri hendak membimbing engkau” (ay.14), kita juga akan memperoleh perlindungan di dalam Dia. Mungkin kita akan mengalami banyak badai dalam hidup kita, seperti yang dialami Musa dan pendeta muda dalam cerita di atas, tetapi saat kita berseru kepada-Nya, Dia akan memberikan kita damai sejahtera dari kehadiran-Nya.
Saat Anda melihat kembali berbagai pengalaman hidup Anda, apakah Anda melihat kehadiran Allah yang penuh kasih di tengah badai kehidupan yang terjadi? Bagaimana Anda telah mengalami kehadiran-Nya hari ini?
Allah Bapa, tolonglah aku untuk selalu percaya bahwa Engkau menyertaiku, bahkan di tengah badai hidup yang kualami.
Apakah yang Anda bagikan hari ini?