07 November 2026 05:16:46
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:
S.A.T.E Kemarin Halaman Utama GBI Gama
Mendengarkan Bacaan Saat Teduh
Sabtu, 7 Nopember 2026
AKU SUKA SEKALI – SAMPAI SEGINI
Bacaan: 1 Yohanes 4:7-19
Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
(1 Yohanes 4:16)
RENUNGAN FIRMAN
Jenna, keponakan saya yang berusia 3 tahun, memiliki kebiasaan yang selalu berhasil meluluhkan hati saya. Bila menyukai sesuatu (sangat menyukainya), apakah itu pai krim pisang, loncat-loncatan di trampolin, atau bermain frisbee, ia akan berseru, “Aku suka sekali—sampai segini!” (“sampai segini” itu selalu dengan kedua tangan yang dibentangkannya lebar-lebar).
Terkadang saya takjub, Kapan terakhir kalinya saya suka sesuatu sampai seperti itu? Tanpa menutup-nutupi, tanpa takut sama sekali?
“Allah adalah kasih,” tulis Yohanes (1Yoh. 4:8,16). Ia menulisnya berulang kali mungkin karena kebenaran tentang kasih Allah—dan bukan kemarahan, ketakutan, atau rasa malu kita—sebagai dasar yang menopang segala realitas itu tidak mudah dimengerti oleh orang-orang dewasa. Dunia membagi kita dalam kelompok-kelompok berdasarkan apa yang paling kita takuti—dan kita sering menurutinya, sambil mengabaikan atau mengecam suara-suara yang menentang pilihan kita untuk memandang realitas yang ada.
Namun, di tengah segala tipu daya dan perebutan kekuasaan yang duniawi (ay.5-6), kebenaran tentang kasih Allah tetap sama, bagaikan terang yang menyinari kegelapan, yang mengajak kita untuk belajar tentang kerendahan hati, kepercayaan, dan kasih (1:7-9; 3:18). Meskipun terang itu mungkin menyingkapkan kebenaran yang menyakitkan, kita dapat meyakini bahwa kita akan tetap dikasihi (4:10,18; Rm. 8:1).
Ketika Jenna mencondongkan badan dan berbisik kepada saya, “Aku sayang Tante—sampai segini!” Saya membalasnya dengan berbisik, “Tante juga sayang kamu—sampai segini!” Saya pun bersyukur sudah diingatkan bahwa di setiap saat saya ditopang oleh kasih dan anugerah Allah yang tak berkesudahan.
Kapan Anda pernah merasa tertekan sampai meyakini bahwa ketakutan telah mengalahkan kasih? Apa yang mungkin terjadi pada hubungan Anda dengan orang lain apabila ketakutan tidak lagi menguasai Anda?
Allah yang baik, terima kasih untuk kasih-Mu. Tolonglah kami mempercayai dan mengikuti terang serta kasih-Mu sekalipun aku berjalan dalam gelap.
Apakah yang Anda bagikan hari ini?