S.A.T.E

We're loading the content...


26 July 2026 02:01:25

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Minggu, 26 Juli 2026

MENJADI UTUH KEMBALI

Bacaan: Matius 5:9,13-16

Berbahagialah orang yang membawa damai.

(Matius 5:9)

RENUNGAN FIRMAN

Dalam film dokumenter Look & See: A Portrait of Wendell Berry, seorang penulis bernama Berry berbicara tentang perceraian sebagai gambaran keadaan dunia saat ini. Kita tercerai-berai dari sesama, terpisah dari sejarah, tercabut dari negeri kita. Hal-hal yang seharusnya utuh justru dicerai-beraikan. Ketika ditanya apa yang patut kita lakukan mengenai fakta menyedihkan itu, Berry berkata, “Kita tidak bisa menyatukan semuanya kembali. Namun, kita bisa mengambil dua bagian yang terpisah dan menyatukannya.” Kita mengambil dua hal yang terpisah dan menyatukannya lagi.

“Berbahagialah orang yang membawa damai,” kata Yesus kepada kita (Mat. 5:9). Menciptakan damai berarti membawa shalom, yang berarti proses pemulihan dunia. Seorang teolog mengartikan shalom sebagai “pertumbuhan, keutuhan, dan kegembiraan yang universal . . . [sesuatu] yang berada dalam keadaan yang seharusnya.” Shalom berarti mengambil bagian-bagian yang rusak dan menyatukannya kembali hingga menjadi utuh. Sebagaimana dikatakan Yesus, biarlah kita berjuang membawa pemulihan. Tuhan Yesus memanggil kita untuk menjadi pembawa damai, untuk menjadi “garam dunia” dan “terang dunia” (ay.13-14).

Banyak cara untuk menjadi pembawa damai di dunia ini, tetapi dalam setiap cara tersebut, kiranya kita berusaha memperbaiki yang rusak daripada menyerah pada kehancuran. Oleh kuasa Allah, hendaklah kita memilih untuk mempertahankan persahabatan atau rela menolong tetangga yang kesusahan, atau tidak menjadi apatis dan mengasingkan diri. Mari kita mencari hal-hal yang tercerai-berai, sambil terus percaya bahwa Tuhan akan memberikan hikmat dan keahlian kepada kita untuk menolong mereka menjadi utuh kembali. 

Dua hal apa yang Anda rasa pelu dipulihkan kembali? Mungkinkah Allah memanggil Anda untuk ikut menyatukan kembali kedua hal tersebut?

Banyak sekali hidup yang rusak dan tercerai-berai di sekelilingku, ya Tuhan. Aku tidak tahu harus mulai dari mana. Tunjukkanlah kepadaku dari mana aku harus memulai.

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top