S.A.T.E

We're loading the content...


13 May 2026 06:06:04

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Rabu, 13 Mei 2026

KERINDUAN YANG TERUKIR

Bacaan: Ulangan 34:1-5

Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.

(Ulangan 34:4)

RENUNGAN FIRMAN

“Ah, setiap dermaga adalah kerinduan yang terukir!” begitulah bunyi sebaris kalimat dalam puisi berbahasa Portugis “Ode Maritima” karya Fernando Pessoa. Dermaga itu mewakili perasaan kita saat sebuah kapal beranjak perlahan meninggalkan kita. Kapal berangkat tetapi dermaga tetap di tempatnya, menjadi monumen abadi yang melambangkan harapan dan impian, perpisahan dan kerinduan. Kita merasa sedih karena ada yang hilang, dan atas sesuatu yang tidak dapat kita raih.

“Kerinduan” merujuk kepada hasrat nostalgia yang kita rasakan – suatu kepedihan mendalam yang tak terjelaskan. Sang pujangga melukiskan sesuatu yang tidak terlukiskan.

Bagi Musa, Gunung Nebo mungkin adalah “kerinduan yang terukir”. Dari Nebo, ia melihat tanah perjanjian yang takkan dicapainya. Firman Tuhan kepada Musa – “Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana” (Ul. 34:4) – mungkin terdengar keras. Namun, jika hanya itu yang kita lihat, kita justru melewatkan inti masalahnya. Allah justru sedang menghibur Musa: “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu” (ay.4). Tidak lama setelah itu, Musa meninggalkan Nebo untuk suatu negeri yang jauh lebih indah dari Kanaan (ay.5).

Dalam kehidupan ini, sering kita seperti berdiri di dermaga. Orang yang kita cintai pergi; pengharapan kita musnah; impian kita pupus. Namun di tengah itu semua, kita merasakan sekilas keindahan taman Eden dan secercah surga. Kerinduan kita membawa kita kepada Tuhan. Dialah yang memuaskan segala kerinduan kita.

Hal terindah dalam hidupku adalah kerinduan – untuk meraih Gunung yang mulia dan menemukan asal usul semua keindahan yang ada. – C.S. Lewis

Apa saja kerinduan Anda yang belum tergenapi? Area mana saja dalam hidup ini yang coba Anda puaskan dengan hal-hal yang salah? Bagaimana Anda dapat menemukan kepuasan sejati dalam Allah saja?

Apakah yang saya bagikan hari ini?

Back to top