S.A.T.E

We're loading the content...


14 October 2026 05:13:00

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Rabu, 14 Oktober 2026

DIKUATKAN OLEH PUJIAN

Bacaan: Mazmur 59:2,15-18

Aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku.

(Mazmur 59:17)

RENUNGAN FIRMAN

Ketika penduduk sebuah kota kecil di Prancis menolong para pengungsi Yahudi bersembunyi dari Nazi selama Perang Dunia II, beberapa orang bernyanyi di tengah hutan lebat yang mengelilingi kota supaya para pengungsi tahu bahwa situasi sudah aman bagi mereka untuk keluar dari tempat persembunyian. Penduduk kota Le Chambon-sur-Lignon yang berani itu menjawab ajakan seorang pendeta setempat bernama Andre Trocme dan istrinya, Magda, untuk memberikan perlindungan semasa perang bagi kaum Yahudi di dataran tinggi berangin kencang yang dikenal sebagai “La Montagne Protestante”. Nyanyian isyarat itu hanyalah satu dari sekian banyak tindakan warga kota yang berani menyelamatkan hingga tiga ribu orang Yahudi dari kematian yang hampir tak terelakkan.

Di masa lain yang juga rawan bahaya, Daud bernyanyi ketika Saul musuhnya mengirimkan para pembunuh ke rumahnya pada malam hari. Nyanyiannya bukanlah isyarat, melainkan suatu pujian syukur kepada Allah, tempat perlindungannya. Daud bersukacita, “Aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku” (Mzm. 59:17).

Nyanyian itu bukanlah cara untuk memberanikan diri dalam bahaya. Pujian Daud adalah ungkapan kepercayaannya kepada Allah Mahakuasa. “Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya” (ay.18).

Pujian Daud, dan nyanyian penduduk Le Chambon, mengajak kita untuk memuliakan Allah hari ini dengan puji-pujian kita, bernyanyi kepada-Nya sekalipun hidup ini dipenuhi kekhawatiran. Kehadiran kasih-Nya akan melingkupi dan menguatkan kita.

Apa yang Anda rasakan saat menyanyikan lagu pujian favorit Anda? Mengapa lagu pujian menginspirasi kita menjadi lebih kuat?

Ya Tuhan, kuatkanlah hatiku dengan puji-pujian yang mengubah ketakutan dan kekhawatiranku menjadi penyembahan kepada-Mu.

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top