03 May 2026 15:08:39
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:
S.A.T.E Kemarin Halaman Utama GBI Gama
Mendengarkan Bacaan Saat Teduh
Minggu, 3 Mei 2026
KASIH YANG MELAMPAUI BATAS
Bacaan: Lukas 10:25-37
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
(Markus 12:31)
RENUNGAN FIRMAN
Di musim panas tahun 2017, serangan Badai Harvey telah mengakibatkan kerugian besar berupa nyawa dan harta benda di daerah Pantai Teluk Amerika Serikat. Banyak orang yang terpanggil untuk menyediakan makanan, air, pakaian, dan tempat tinggal bagi para korban yang sangat membutuhkan bantuan.
Seorang pemilik toko piano di Maryland terdorong untuk melakukan sesuatu yang lebih. Ia memikirkan bagaimana musik dapat menolong terjadinya pemulihan kepada keadaan yang normal kepada mereka yang telah kehilangan segala-galanya. Jadi, bersama para pegawainya, ia mulai memperbaiki piano-piano bekas dan mencari tahu siapa yang paling membutuhkannya. Musim semi itu, Dean Kramer dan Lois, istrinya, memulai perjalanan panjang ke Houston, Texas, dengan mengendarai truk yang mengangkut piano-piano bekas untuk diberikan kepada keluarga, gereja, dan sekolah di daerah-daerah yang terkena bencana.
Terkadang kita mengartikan kata sesama sebagai mereka yang tinggal dekat dengan kita atau setidak-tidaknya orang yang kita kenal. Namun, dalam Lukas 10, Yesus menceritakan perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati untuk mengajarkan bahwa kasih kita kepada sesama seharusnya tidak memiliki batasan. Orang Samaria itu tidak segan-segan membantu orang asing yang terluka, walaupun ia seorang Yahudi, yang merupakan musuh orang Samaria (ay.25-37).
Ketika Dean ditanya tentang alasannya membagi-bagikan piano, ia menjelaskan dengan singkat: “Kita diajar untuk mengasihi sesama kita.” Yesus sendiri berkata, “Tidak ada hukum lain yang lebih utama,” (Mrk. 12:31) daripada mengasihi Allah dan sesama kita.
Bapa, tolonglah aku melihat melampaui batasan dan hambatan, memandang semua orang sebagai sesamaku, dan mengasihi dengan kemurahan hati yang telah Kau ajarkan kepadaku.
Bagaimana selama ini Anda membatasi pemahaman Anda tentang kata sesama? Bagaimana Allah mendesak Anda mengembangkan batasan Anda tentang siapa saja yang menjadi sesama Anda?
Apakah yang saya bagikan hari ini?