S.A.T.E

We're loading the content...


29 October 2026 02:41:54

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Kamis, 29 Oktober 2026

JALAN YANG TIDAK DIKENAL

Bacaan: Yesaya 42:10-17

Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal.

(Yesaya 42:16)

RENUNGAN FIRMAN

Orang-orang bertanya apakah saya mempunyai rencana lima tahunan. Bagaimana mungkin saya merencanakan lima tahun ke depan sementara saya belum pernah menjalaninya?

Saya terkenang kembali ke dekade 1960-an sewaktu saya menjadi pembina rohani bagi para mahasiswa Universitas Stanford. Waktu kuliah, saya mengambil jurusan pendidikan jasmani dan sangat menikmati masa-masa itu, tetapi saya tidak mempunyai pengalaman mengajar. Saya merasa sangat tidak kompeten dalam kedudukan baru saya. Saya sering berkeliling di kampus, seperti orang buta yang menggapai-gapai dalam kegelapan, memohon Allah untuk menunjukkan apa yang harus saya lakukan. Suatu hari, seorang mahasiswa tiba-tiba meminta saya memimpin pendalaman Alkitab untuk kelompoknya. Dari sanalah semuanya bermula.

Allah tidak berdiri di persimpangan jalan dan menunjukkan arah yang harus kita tempuh, karena Dia bukan rambu jalan. Dia adalah Pemandu yang berjalan bersama kita, menuntun kita ke jalan yang tidak pernah kita bayangkan. Kita hanya perlu berjalan bersama-Nya.

Jalannya tidak mudah; akan ada “tanah yang berkeluk-keluk”, tetapi Allah telah berjanji akan “membuat kegelapan … menjadi terang” dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita (Yes. 42:16). Dia akan selalu menyertai kita di sepanjang jalan.

Paulus berkata bahwa Allah “dapat melakukan jauh lebih besar dari pada yang kita doakan atau pikirkan” (Ef. 3:20). Kita bisa merencanakan dan membayangkan apa yang mau kita lakukan, tetapi pemikiran Tuhan jauh melampaui rencana kita. Serahkanlah rencana kita kepada-Nya dan lihatlah apa yang menjadi kehendak-Nya atas kita.

Bagaimana cara Allah mengubah kegelapan Anda menjadi terang? Apa sukacita terbesar Anda ketika Anda berjalan bersama-Nya?

Tuhan Yesus, aku mengucap syukur karena rencana-Mu bagiku jauh melampaui yang dapat kubayangkan. Tolonglah aku setia mengikut-Mu.

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top