11 October 2026 12:07:27
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:
S.A.T.E Kemarin Halaman Utama GBI Gama
Mendengarkan Bacaan Saat Teduh
Minggu, 11 Oktober 2026
PELAKU UTAMA
Bacaan: Mazmur 118:6-9,21-25
Itulah perbuatan Tuhan.
(Mazmur 118:23 BIS)
RENUNGAN FIRMAN
Saya pernah mendengar cerita tentang seorang mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah berkhotbah di sebuah seminari terkemuka. Anak muda itu, dengan gaya yang terlalu percaya diri, menyampaikan khotbahnya dengan fasih dan penuh semangat. Selesai berkhotbah, ia duduk dengan perasaan puas. Dosennya terdiam sejenak, lalu memberikan tanggapannya: “Khotbahmu sangat baik dan pesannya sangat kuat. Strukturnya tertata rapi dan isinya menyentuh hati. Persoalannya, Allah tidak pernah menjadi subjek utama dalam satu kalimat pun.”
Sang dosen menyoroti satu masalah yang terkadang menjadi pergumulan kita semua. Kita berbicara seolah-olah kita adalah tokoh utama dalam hidup kita (dengan lebih menekankan pada apa yang kita lakukan dan katakan), padahal sesungguhnya Allah “memegang kendali” atas diri kita, tetapi kita bersikap seolah-olah seluruh hasilnya tergantung pada kita.
Kitab Suci menegaskan bahwa Allah adalah subyek yang benar dalam hidup kita dan Dialah kuasa yang sejati. Bahkan semua perbuatan iman yang sudah sepatutnya kita lakukan itu diperbuat “dengan kuasa Tuhan” – demi nama-Nya (Mzm. 118:10-11 BIS). Tuhan menetapkan keselamatan kita. Tuhan menyelamatkan kita. Tuhan memperhatikan setiap kebutuhan kita. “Itulah perbuatan Tuhan” (ay.23 BIS).
Jadi, kita tidak perlu lagi merasa tertekan. Kita tidak perlu resah, membanding-bandingkan diri, bekerja mati-matian, atau terus-menerus gelisah. Tuhanlah yang memegang kendali. Kita hanya perlu percaya dan mengikuti tuntunan-Nya dengan taat.
Kapan Anda merasa paling tergoda untuk memandang diri Anda sebagai pelaku utama dalam hidup ini? Bagaimana cara Allah mengundang Anda untuk menjadikan Dia sebagai pusat dalam kehidupan Anda?
Ya Bapa, aku sering tidak bersungguh-sungguh saat mengatakan bahwa Engkaulah pemilik hidupku. Kepura-puraan itu sangat melelahkan dan aku mau berhenti melakukannya. Tolonglah aku mempercayai-Mu.
Apakah yang Anda bagikan hari ini?