22 June 2026 06:52:04
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:
S.A.T.E Kemarin Halaman Utama GBI Gama
Mendengarkan Bacaan Saat Teduh
Senin, 22 Juni 2026
BERMAIN PETAK UMPET
Bacaan: Kejadian 3:1-10
Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepada-Nya: “Di manakah engkau?”
(Kejadian 3:9)
RENUNGAN FIRMAN
“Ah…bakal ketahuan tempat persembunyianku,” pikir saya. Saya merasakan jantung berdebar kencang sewaktu mendengar langkah-langkah kaki saudara sepupu saya yang berusia lima tahun berbelok ke ruangan saya. Semakin dekat. Lima langkah lagi. Tiga. Dua. “Ketemu!”
Sebagian dari kita memiliki kenangan indah bermain petak umpet semasa kecil. Namun terkadang dalam kehidupan nyata, rasa takut akan ketahuan bukanlah perasaan yang menyenangkan. Naluri hati kita lebih condong untuk melarikan diri. Adakalanya kita tidak suka pada apa yang kita lihat.
Sebagai anak-anak yang hidup di dunia yang telah jatuh ke dalam dosa, kita cenderung memainkan apa yang disebut sebagai “petak umpet dengan Tuhan.” Sesungguhnya, yang kita lakukan hanyalah berpura-pura bersembunyi – karena tentulah Tuhan bisa melihat segala jalan pikiran dan pilihan kita yang bobrok. Kita juga tahu itu, tetapi kita bersikap seolah-olah Dia tidak bisa melihatnya.
Meski demikian, Allah terus mencari kita. Dia memanggil kita, “Keluarlah. Aku ingin melihatmu, bahkan bagian-bagian hidupmu yang paling memalukan” – seperti yang Allah katakan dahulu pada saat Dia memanggil manusia pertama yang bersembunyi karena ketakutan: “Di manakah engkau?” (Kej. 3:9). Undangan lembut itu disuarakan lewat pertanyaan yang tajam. Allah seakan berkata, “Keluarlah dari persembunyianmu, anak-Ku, dan jalin kembali hubungan dengan-Ku.”
Mungkin itu tampaknya terlalu berisiko, bahkan tidak masuk akal. Namun, dalam kehangatan kasih Bapa yang aman, siapa pun kita, apa pun keberhasilan atau kegagalan kita, kita sepenuhnya dikenali dan tetap dikasihi oleh-Nya.
Bagaimana Anda terhibur oleh kesadaran bahwa Allah tetap merindukan kita datang kepada-Nya sekalipun Dia melihat dan mengetahui semua keburukan kita? Bagaimana kesadaran itu justru memerdekakan Anda?
Pribadi yang paling mengerti kita itu mengasihi kita apa adanya.
Apakah yang saya bagikan hari ini?