S.A.T.E

We're loading the content...


03 November 2026 11:48:29

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Selasa, 3 Nopember 2026

UMAT MANUSIA YANG BARU

Bacaan: Kisah Para Rasul 2:1-12

Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

(Kisah Para Rasul 2:6)

RENUNGAN FIRMAN

Ketika saya mengunjungi galeri Tate Modern di London, ada sebuah karya seni yang menarik perhatian saya. Karya buatan seniman Brasil, Cildo Meireles, tersebut berbentuk menara raksasa yang terbuat dari ratusan radio tua. Setiap radio dinyalakan dan disetel ke stasiun yang berbeda, sehingga tercipta suasana hiruk pikuk yang membingungkan dan tidak dapat dimengerti. Meireles menamai karya seninya itu Babel.

Nama yang cocok sekali. Di menara Babel yang asli, Allah menggagalkan usaha manusia untuk mencapai langit dengan cara mengacaubalaukan bahasa mereka (Kej. 11:1-9). Karena tidak dapat lagi saling berkomunikasi, manusia pun terpecah menjadi berbagai suku dan dialek (ay.10-26). Karena dipisahkan oleh bahasa, sejak saat itulah kita berusaha keras untuk memahami satu sama lain.

Namun kisah tadi mempunyai kelanjutan. Ketika Roh Kudus turun ke atas jemaat mula-mula di hari Pentakosta, Dia memampukan mereka memuji Allah dalam berbagai bahasa yang dimengerti oleh para pendatang di Yerusalem hari itu (Kis. 2:1-12). Melalui mukjizat itu, setiap orang mendengarkan pesan yang sama, apa pun kebangsaan dan bahasa mereka. Kekacauan di Babel telah dibalik.

Itulah kabar baik bagi dunia dengan banyak etnis dan budaya. Melalui Yesus, Allah membentuk umat manusia yang baru dari setiap bangsa, suku, dan bahasa (Why. 7:9) Saat berdiri di galeri Tate Modern, saya membayangkan semua radio tersebut tiba-tiba beralih ke sinyal baru dan memperdengarkan satu lagu yang sama kepada seluruh isi ruangan tersebut: “Ajaib benar anugerah pembaru hidupku!” 

Bagaimana kesamaan iman Anda dengan orang percaya dari bangsa-bangsa lain dapat membawa kesatuan di tengah perbedaan? Bagaimana cara Anda untuk membantu menciptakan keharmonisan?

Allah meruntuhkan segala sekat demi membentuk umat manusia yang baru.

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top