S.A.T.E

We're loading the content...


19 October 2026 00:22:08

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Senin, 19 Oktober 2026

BAJA DAN BELUDRU

Bacaan: Yohanes 8:1-11

Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.

(Yohanes 8:7)

RENUNGAN FIRMAN

Penyair Carl Sandburg menulis tentang mantan presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln, “Dalam sejarah umat manusia, tidak sering kita bertemu seorang manusia yang terbuat dari baja dan beludru, … yang menampilkan dalam hati dan pikirannya suatu paradoks antara badai yang mengamuk dan keteduhan yang sempurna.” “Baja dan beludru” menjadi gambaran bagaimana Lincoln berhasil menyeimbangkan kekuasaan dari jabatannya dengan kepeduliannya terhadap orang-orang yang merindukan kebebasan dari perbudakan.

Sepanjang sejarah, hanya ada satu pribadi yang secara sempurna menyeimbangkan ketegasan dan kelembutan, kuasa dan belas kasihan. Pribadi itu adalah Yesus Kristus. Dalam Yohanes 8, ketika Yesus diperhadapkan dengan para pemimpin agama yang ingin agar Dia menghukum seorang wanita yang berdosa, Yesus menunjukkan ketegasan sekaligus kelembutan-Nya. Dia menunjukkan ketegasan dengan bertahan menghadapi tuntutan massa yang haus darah, bahkan membalikkan tuduhan mereka kepada diri mereka sendiri. Yesus berkata kepada mereka, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (ay.7). Kemudian Yesus menunjukkan kelembutan belas kasihan-Nya dengan berkata kepada perempuan itu, “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (ay.11).

Dengan mencerminkan ketegasan dan kelembutan Yesus dalam perlakuan kita terhadap orang lain, kita dapat menyingkapkan karya Bapa yang membentuk kita semakin serupa dengan Anak-Nya. Kita dapat menunjukkan kerinduan hati-Nya kepada dunia yang haus akan belas kasih yang lembut sekaligus keadilan yang tegas.

Bagaimana respons Anda terhadap kebobrokan dunia ini jika dibandingkan dengan keseimbangan belas kasihan dan keadilan yang ditunjukkan Kristus? Bagaimana Allah dapat menolong Anda untuk memperlihatkan belas kasihan-Nya kepada sesama?

Bapa, terima kasih untuk Anak-Mu, yang sempurna menyingkapkan isi hati-Mu kepada dunia yang terhilang lewat ketegasan dan kelembutan-Nya.

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top