S.A.T.E

We're loading the content...


23 October 2026 20:36:03

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Jumat, 23 Oktober 2026

INILAH AKU

Bacaan: Yakobus 3:7-12

Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidaklah boleh demikian terjadi.

(Yakobus 3:10)

RENUNGAN FIRMAN

“This is Me” (Inilah Aku) adalah lagu hit dari The Greatest Showman, sebuah film musikal yang mengangkat kisah P.T. Barnum dan rombongan sirkus kelilingnya. Dalam film, lagu itu dinyanyikan oleh para tokoh yang pernah dihina dan dilecehkan secara verbal karena dianggap tidak sejalan dengan norma sosial dalam masyarakat. Liriknya menyebutkan bahwa perkataan seseorang bagaikan peluru yang mematikan dan pisau yang melukai. Popularitas lagu itu menunjukkan banyaknya orang yang menderita luka batin akibat kata-kata yang tajam.

Yakobus memahami potensi dari kata-kata kita untuk menimbulkan kerusakan dan luka batin jangka panjang. Ia menyebut lidah sebagai “sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh dengan racun mematikan” (Yak. 3:8). Dengan analogi yang tegas, Yakobus menekankan pentingnya orang percaya menyadari kekuatan yang luar biasa dari ucapan mereka. Ia bahkan menyoroti adanya kontradiksi ketika kita menggunakan lidah kita untuk memuji Allah, tetapi menggunakannya juga untuk mengutuk sesama kita yang diciptakan menurut rupa Allah (ay.9-10).

Lagu “This is Me” juga menentang ucapan-ucapan yang melukai itu dengan menegaskan bahwa sesungguhnya kita semua adalah ciptaan yang mulia – suatu kebenaran yang juga diakui Alkitab. Alkitab menetapkan bahwa martabat dan keindahan yang unik dari setiap manusia bukan disebabkan oleh penampilan lahiriah atau perbuatan kita, melainkan karena setiap dari kita telah diciptakan dengan indah oleh Allah – sebagai mahakarya-Nya yang unik (Mzm. 139:14). Kata-kata yang kita lontarkan kepada dan tentang satu sama lain berdampak besar untuk menegaskan kebenaran yang menguatkan itu.

Kepada siapa Anda perlu meminta maaf karena kata-kata Anda yang melukainya? Bagaimana Anda dapat memberikan dorongan semangat kepada seseorang hari ini?

Allah Pencipta, terima kasih Engkau menciptakan kami satu per satu. Tolonglah kami menggunakan kata-kata kami untuk memuji-Mu dan menyemangati orang lain yang telah Engkau ciptakan dengan indah.

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top