S.A.T.E

We're loading the content...


07 August 2026 08:29:40

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Jumat, 7 Agustus 2026

KEMBALI BERPERANG

Bacaan: 2 Samuel 12:26-31

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

(1 Yohanes 1:9)

RENUNGAN FIRMAN

Semasa kecil, seorang wanita pernah melontarkan kata-kata yang tidak pantas kepada kedua orangtuanya. Ia tidak mengira perkataan itu akan menjadi interaksi terakhirnya dengan mereka. Sampai sekarang, sekalipun sudah bertahun-tahun mengikuti konseling, ia masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri. Perasaan bersalah dan penyesalan membuatnya terpuruk.

Ada penyesalan-penyesalan yang kita rasakan dalam hidup ini, dan beberapa di antaranya cukup berat. Namun, Alkitab menunjukkan kepada kita cara untuk mengatasi rasa bersalah. Mari lihat salah satu contohnya.

Apa yang diperbuat Raja Daud memang sangat buruk. Pada waktu “raja-raja biasanya maju berperang, … Daud sendiri tinggal di Yerusalem” (2Sam. 11:1). Jauh dari pertempuran, ia pun merebut istri orang lain dan mencoba menutupi perbuatannya dengan pembunuhan (ay.2-5,14-15). Allah turun tangan dan menghentikan Daud agar tidak terjerumus lebih jauh ke dalam dosa (12:1-13), tetapi sang raja akan terus hidup dengan kesadaran akan dosa seumur hidupnya.

Sementara Daud berusaha bangkit dari keterpurukan, Yoab, jenderal kepercayaannya, memenangi pertempuran yang seharusnya dipimpin oleh Daud (12:26). Yoab menantang Daud, “Kumpulkanlah sisa tentara, kepunglah kota itu dan rebutlah” (ay.28). Daud akhirnya kembali pada posisi yang ditentukan Allah baginya, yaitu sebagai pemimpin dari bangsa dan pasukannya (ay.29).

Ketika kita membiarkan masa lalu menghancurkan kita, itu seperti memberitahukan kepada Allah bahwa anugerah-Nya tidak cukup bagi kita. Namun, Allah Bapa menyediakan pengampunan penuh kepada kita. Seperti Daud, kita dapat menerima anugerah yang cukup dari Allah untuk bangkit dan kembali berperang.

Penyesalan apa yang menggerogoti jiwa Anda? Siapa orang dalam hidup Anda yang bisa diajak bicara tentang kepastian dari anugerah Allah?

Bukan dosa, melainkan kasih Allah, yang menentukan identitas kita.

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top