S.A.T.E

We're loading the content...


26 October 2026 11:24:21

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:


Penggunaan audio membutuhkan internet yang stabil dan disarankan untuk memakai Wifi atau Internet dengan jaringan 4G LTE agar streaming dapat berjalan dengan lancar.

Mendengarkan Bacaan Saat Teduh

Senin, 26 Oktober 2026

BENIH-BENIH ANUGERAH

Bacaan: Markus 4:26-29

Benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.

(Markus 4:27)

RENUNGAN FIRMAN

Selama hampir empat dekade, seorang pria di India bekerja keras membuat sebuah lahan kosong yang berpasir menjadi hijau kembali. Setelah melihat erosi dan perubahan ekosistem merusak pulau yang ia cintai, ia pun mulai menanam pohon satu demi satu, dari pohon bambu hingga pohon kapas. Sekarang, pohon-pohon hijau dan satwa liar memenuhi lahan seluas 1.300 hektar itu. Namun, pria itu bersikeras bahwa kelahiran kembali wilayah tersebut dari kegersangan bukanlah hasil kerja kerasnya. Ia menyadari betapa luar biasanya cara kerja alam ini sekaligus kagum pada cara angin yang dapat membawa benih-benih ke tanah yang subur. Burung-burung dan hewan-hewan liar ikut berpartisipasi dalam menaburkannya, dan sungai juga berperan dalam membantu tanaman dan pohon berkembang.

Cara kerja alam ini tidak selalu dapat kita mengerti atau kendalikan. Menurut Yesus, prinsip yang sama juga berlaku dalam Kerajaan Allah. Dia berkata, “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu” (Mrk. 4:26-27). Allah memberikan kehidupan dan pemulihan kepada dunia sebagai anugerah, tanpa campur tangan kita. Kita hanya melakukan apa yang Tuhan kehendaki dari kita, lalu kita melihat kehidupan berkembang. Kita tahu bahwa segala sesuatu berasal dari anugerah-Nya.

Kita sering tergoda untuk berpikir bahwa kitalah yang bertanggung jawab untuk mengubah hati seseorang atau memastikan hasil dari pekerjaan yang telah kita lakukan dengan setia. Kita tidak perlu hidup dengan tekanan tersebut, karena Allah sendiri yang akan menumbuhkan benih yang kita tabur. Semua karena anugerah-Nya.

Pernahkah Anda tergoda untuk berpikir bahwa Anda bertanggung jawab atas pertumbuhan atau hasil yang Anda usahakan? Mengapa sangat penting bagi kita untuk mengandalkan anugerah Allah daripada usaha kita sendiri?

Allah terus berkarya menumbuhkan Kerajaan-Nya oleh anugerah-Nya.

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top