21 October 2026 04:15:38
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Anda belum sempat baca S.A.T.E kemarin? klik tombol di bawah:
S.A.T.E Kemarin Halaman Utama GBI Gama
Mendengarkan Bacaan Saat Teduh
Rabu, 21 Oktober 2026
PERJAMUAN KASIH
Bacaan: Yohanes 6:47-59
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga.
(Yohanes 6:51)
RENUNGAN FIRMAN
Dalam film Denmark Babette’s Feast (Perjamuan Babette), seorang pengungsi asal Prancis datang ke sebuah desa di kawasan pesisir. Dua perempuan kakak/beradik lanjut usia yang juga menjadi pemimpin agama di sana menerima pengungsi itu di rumah mereka, dan selama empat belas tahun Babette bekerja sebagai pengurus rumah tangga. Ketika Babette menerima sejumlah besar uang, ia pun mengundang jemaat yang berjumlah dua belas orang untuk menghadiri jamuan mewah dengan hidangan khas Prancis seperti caviar, pastry isi burung puyuh, dan masih banyak lagi.
Sementara hidangan demi hidangan disajikan, para tamu bersantai; beberapa mulai berbaikan, beberapa kembali pada cinta lama, ada juga yang mengenang kembali berbagai mukjizat yang mereka saksikan dan kebenaran yang mereka pelajari semasa kanak-kanak. “Ingatkah apa yang diajarkan kepada kita?” kata mereka. “Anak-anak, kasihilah seorang akan yang lain.” Ketika perjamuan itu usai, Babette menceritakan kepada kakak-beradik itu bahwa ia telah menghabiskan seluruh uangnya untuk menjamu para tamu. Ia memberikan seluruhnya – termasuk melepas kesempatan untuk kembali ke kehidupan lamanya sebagai juru masak ternama di Paris – supaya teman-temannya dapat bercengkerama sambil menikmati masakannya.
Yesus hadir di dunia ini sebagai orang asing dan hamba, dan Dia telah memberikan segala-galanya agar lapar dan dahaga jiwa kita dapat dipuaskan. Dalam Injil Yohanes, Dia mengingatkan para pendengar-Nya bahwa ketika nenek moyang mereka kelaparan di padang gurun, Allah menyediakan burung puyuh dan manna untuk mereka (Kel. 16). Makanan itu memang mengenyangkan untuk sementara waktu, tetapi Yesus berjanji bahwa siapa saja yang menerima Dia sebagai “roti hidup” akan “hidup selama-lamanya” (Yoh. 6:48,51). Pengorbanan-Nya memuaskan kerinduan jiwa kita.
Bagaimana Allah telah memuaskan kerinduan Anda? Bentuk pengorbanan apa yang rela Anda berikan?
Tuhan Yesus menyerahkan tubuh dan darah-Nya untuk kita supaya menjadi makanan dan minuman dari hidup baru yang kekal bersama Dia.
Apakah yang Anda bagikan hari ini?