S.A.T.E

We're loading the content...


10 July 2026 02:24:30

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Sudah selesai membaca S.A.T.E kemarin, klik tombol di bawah untuk kembali ke S.A.T.E hari ini :


Kamis, 9 Juli 2026

BERHENTI MELARIKAN DIRI

Bacaan: Yunus 2:1-10

Dalam kesusahanku aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.

(Yunus 2:2)

RENUNGAN FIRMAN

Pada tanggal 18 Juli 1983, seorang kapten Angkatan Udara Amerika Serikat menghilang tanpa jejak dari kota Albuquerque di negara bagian New Mexico. Tiga puluh lima tahun kemudian, pihak berwenang menemukannya di California. Surat kabar The New York Times melaporkan bahwa orang tersebut mengalami “depresi dengan pekerjaannya” dan memutuskan untuk melarikan diri begitu saja.

Tiga puluh lima tahun dalam pelarian! Setengah dari masa hidupnya dihabiskan dalam kondisi tidak tenang. Pastilah kekhawatiran dan paranoia selalu membayangi dirinya.

Namun, harus diakui saya juga tahu sedikit banyak apa rasanya menjadi seorang “pelarian”. Memang saya tidak pernah melarikan diri dari sesuatu dalam hidup saya . . . secara fisik. Namun, adakalanya saya tahu ada sesuatu yang Tuhan mau saya lakukan, atau sesuatu yang harus saya hadapi atau akui. Akan tetapi, saya tidak ingin melakukannya, dan itu sama saja dengan melarikan diri dari-Nya.

Nabi Yunus dikenal karena pernah melarikan diri dari tugas yang diberikan Allah untuk berkhotbah ke kota Niniwe (lihat Yun. 1:1-3). Tentu saja Yunus tidak mungkin bisa melarikan diri dari Allah. Anda mungkin sudah mengetahui kisah selanjutnya (ay.4,17): Badai besar. Ikan besar. Ditelan ikan. Lalu, di dalam perut makhluk yang menakutkan itu, Yunus dihadapkan pada perbuatannya, dan ia pun berseru meminta tolong kepada Allah (2:2).

Yunus bukanlah nabi yang sempurna. Namun, saya terhibur oleh kisahnya, karena Allah tidak pernah melepaskan Yunus walaupun ia sangat keras kepala. Tuhan masih menjawab doa yang dinaikkan Yunus dalam kepasrahan dan dengan kemurahan-Nya memulihkan kembali sang hamba yang enggan (ay.2). Tuhan juga sanggup melakukan hal yang sama terhadap kita.

Perkara apa yang membuat Anda ingin melarikan diri dalam hidup ini? Bagaimana Anda dapat semakin mempercayakan segala pergumulan hidup Anda kepada Allah?

Apakah yang Anda bagikan hari ini?

Back to top