26 September 2026 05:21:01
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Sudah selesai membaca S.A.T.E kemarin, klik tombol di bawah untuk kembali ke S.A.T.E hari ini :
Lihat S.A.T.E Hari ini Halaman Utama GBI Gama
Jumat, 25 September 2026
TEMPAT AMAN YANG PALSU
Bacaan: Markus 1:9-15
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!
(Markus 1:15)
RENUNGAN FIRMAN
Ketika anjing kami Rupert masih kecil, ia sangat takut pergi ke luar rumah. Saya sampai harus menyeretnya untuk bisa mengajaknya berjalan-jalan di taman. Suatu hari, setelah sampai di taman, dengan bodohnya saya melepaskan Rupert dari talinya. Ia langsung lari terbirit-birit, kembali ke rumah, ke tempat amannya.
Pengalaman itu mengingatkan saya kepada seorang laki-laki yang pernah saya jumpai di pesawat, yang meminta maaf kepada saya begitu pesawat bersiap untuk terbang di landas pacu. “Maaf, saya pasti akan mabuk di sepanjang penerbangan,” katanya. “Sebenarnya Anda tidak mau mabuk, bukan?” tanya saya. “Memang saya tidak mau,” jawab lelaki itu, “tetapi saya tidak bisa lepas dari minuman anggur.” Akhirnya ia memang mabuk, dan yang paling menyedihkan adalah ketika sang istri memeluknya ketika mereka turun dari pesawat, tetapi setelah mencium bau napasnya, ia mendorong suaminya jauh-jauh. Minuman telah menjadi pelariannya, suatu tempat aman yang palsu.
Yesus memulai misi-Nya dengan berkata, “Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Mrk. 1:15). “Bertobat” berarti mengubah haluan. “Kerajaan Allah” adalah kekuasaan Allah yang penuh kasih atas hidup kita. Daripada berlari ke tempat-tempat yang menjerat kita, atau dikuasai oleh rasa takut dan candu yang merusak, Yesus menyatakan bahwa kita dapat dikuasai oleh Allah sendiri, yang dengan kasih-Nya membawa kita kepada kemerdekaan dan hidup baru.
Kini Rupert sangat senang pergi ke taman. Saya harap laki-laki yang saya jumpai tadi juga mengalami sukacita dan kemerdekaan sejati, serta meninggalkan tempat amannya yang palsu.
Adakah tempat aman yang palsu yang Anda datangi saat Anda merasa ketakutan atau tertekan? Bagaimana Anda akan meninggalkannya hari ini agar Anda menyerahkan diri Anda di bawah kedaulatan Allah yang membawa kemerdekaan?
Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering mencari kebahagiaan di luar Engkau. Kini aku meninggalkan hal-hal tersebut dan menyerahkan hidupku kepada-Mu. Bawalah aku kepada kemerdekaan sejati.
Apakah yang Anda bagikan hari ini?