18 October 2026 00:50:04
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Sudah selesai membaca S.A.T.E kemarin, klik tombol di bawah untuk kembali ke S.A.T.E hari ini :
Lihat S.A.T.E Hari ini Halaman Utama GBI Gama
Sabtu, 17 Oktober 2026
KEBENARAN ITU PAHIT ATAU MANIS?
Bacaan: Yehezkiel 2:4-3:3
Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.
(Yehezkiel 3:3)
RENUNGAN FIRMAN
Di hidung saya sempat muncul bintik dan saya membiarkannya selama beberapa waktu sebelum akhirnya memeriksakannya ke dokter. Hasil biopsi yang diterima beberapa hari kemudian memberikan kesimpulan yang tidak ingin saya dengar: kanker kulit. Meskipun kanker itu bisa diangkat dan tidak mematikan, tetap saja kenyataan itu bagaikan pil pahit yang harus ditelan.
Allah memerintahkan Yehezkiel untuk menelan pil pahit, yakni gulungan kitab berisi nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah, dan rintihan (Yeh. 2:10; 3:1-2). Perintah-Nya kepada Yehezkiel, “Isilah perutmu dengan itu” (3:3), dan ia harus menyampaikan perkataan-perkataan Allah kepada bangsa Israel yang “keras kepala dan tegar hati” (2:4). Gulungan kitab yang berisi teguran kemungkinan besar terasa bagaikan pil pahit. Namun, Yehezkiel justru menyebutkan rasanya “manis seperti madu” dalam mulutnya (3:3).
Yehezkiel tampaknya mulai memahami teguran Allah. Alih-alih menganggap teguran-Nya sebagai sesuatu yang harus dihindari, Yehezkiel menyadari bahwa sesuatu yang berguna bagi jiwa pastilah “manis”. Allah mengajar dan mengoreksi kita dengan penuh kasih sayang, menolong kita agar hidup dengan cara yang memuliakan dan menyenangkan Dia.
Sejumlah kebenaran terasa bagai pil pahit yang harus kita telan, tetapi ada juga yang terasa manis. Jika kita ingat betapa Allah sangat mengasihi kita, kebenaran-Nya akan terasa seperti madu. Firman-Nya diberikan untuk kebaikan kita, memberi kita hikmat dan kekuatan untuk mengampuni orang lain, menahan diri untuk tidak bergosip, dan tetap tabah meski diperlakukan tidak baik. Tolonglah kami, ya Allah, untuk mengenali hikmat-Mu sebagai nasihat yang manis!
Kebenaran apa yang Allah tunjukkan kepada Anda baru-baru ini? Bagaimana Anda menerimanya? Sebagai pil pahit atau madu yang manis?
Kebenaran Allah itu manis.
Apakah yang Anda bagikan hari ini?