S.A.T.E

We're loading the content...


25 June 2026 01:58:18

S.A.T.E

Saat Teduh | Devotional Time
img

Sudah selesai membaca S.A.T.E kemarin, klik tombol di bawah untuk kembali ke S.A.T.E hari ini :


Rabu, 24 Juni 2026

BERMAIN DENGAN SUKACITA

Bacaan: Galatia 5:22-26

Buah Roh ialah: … sukacita.

(Galatia 5:22)

RENUNGAN FIRMAN

Salah seorang putra kami, Brian, adalah pelatih bola basket di sebuah SMA. Suatu kali, saat timnya sedang berjuang dalam Turnamen Bola Basket Negara Bagian Washington, orang-orang yang mendukung mereka mengajukan pertanyaan, “Apakah kalian akan menjuarai turnamen tahun ini?” Pertanyaan itu membuat para pemain maupun pelatih merasa sangat terbebani, maka Brian kemudian menyemangati timnya dengan semboyan: “Bermain dengan sukacita!”

Saya teringat pada kata-kata perpisahan dari Rasul Paulus kepada para penatua di Efesus dalam salah terjemahan Alkitab: “tetap berjuang dengan sukacita sampai garis akhir” (Kis. 20:24 TSI). Paulus bertujuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan Tuhan Yesus kepadanya. Saya menjadikan kata-kata tersebut sebagai semboyan dan doa saya: “Kiranya aku dapat menjalani dan mengakhiri perlombaanku dengan sukacita.” Itu seperti yang dikatakan Brian, “Bermain dengan sukacita!” Puji syukur, tim yang dipimpin Brian akhirnya berhasil memenangkan kejuaraan tahun itu.

Ada saja yang bisa membuat kita bersungut-sungut: kabar yang mencemaskan, tekanan hidup sehari-hari, atau masalah kesehatan. Meski demikian, Allah dapat memberi kita sukacita yang melampaui segala keadaan tersebut apabila kita memohon kepada-Nya. Kita dapat memiliki apa yang disebut Yesus, “sukacita-Ku” (Yoh. 15:11).

Sukacita adalah buah dari Roh Yesus (Gal. 5:22). Karena itu kita harus ingat setiap pagi untuk memohon kepada-Nya agar menolong kita: “Mampukan aku hidup bersukacita!” Penulis Richard Foster berkata, “Dengan berdoa, kita berubah. Ini anugerah yang luar biasa. Betapa baiknya Allah karena Dia menyediakan jalan bagi kita untuk hidup dipenuhi dengan … sukacita.”

Apa yang menyebabkan Anda berputus asa? Apa yang dapat memberi Anda sukacita?

Aku mengarahkan pandanganku hanya kepada-Mu, ya Tuhan. Aku sungguh bersyukur dapat mengandalkan kesetiaan-Mu. Bawalah aku ke dalam sukacita-Mu.

Apakah yang saya bagikan hari ini?

Back to top