24 September 2026 04:57:53
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Sudah selesai membaca S.A.T.E kemarin, klik tombol di bawah untuk kembali ke S.A.T.E hari ini :
Lihat S.A.T.E Hari ini Halaman Utama GBI Gama
Rabu, 23 September 2026
PERISAI YANG MELINDUNGI SAYA
Bacaan: Mazmur 3
Tetapi Engkau, Tuhan, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.
(Mazmur 3:4)
RENUNGAN FIRMAN
Gereja kami mengalami kehilangan yang menyakitkan ketika Paul, pemimpin pujian yang sangat berbakat, meninggal dunia dalam usia tiga puluh satu tahun karena kecelakaan kapal. Paul dan istrinya, DuRhonda, sudah tidak asing lagi dengan penderitaan; beberapa kali janin dalam kandungan sang istri meninggal sebelum sempat dilahirkan. Sekarang, ada kubur baru di dekat makam anak-anak mereka. Peristiwa memilukan yang dialami keluarga itu sangat mengguncang orang-orang terdekat mereka.
Daud dan keluarganya juga tidak asing dengan krisis dan penderitaan. Dalam Mazmur 3, kita melihat Daud yang digayuti masalah pemberontakan anaknya, Absalom. Alih-alih bertahan dan melawan, ia memilih melarikan diri, meninggalkan rumah dan takhtanya (2Sam. 15:13-23). Meskipun “banyak orang” menganggapnya telah ditinggalkan Allah (Mzm. 3:3). Daud tahu bahwa itu tidak benar; ia justru melihat Tuhan adalah perisai yang melindunginya (ay.4), dan berseru kepada-Nya untuk meminta perlindungan (ay.5). Demikian pula dengan DuRhonda. Di tengah kedukaannya, saat ratusan orang berkumpul untuk mengenang almarhum suaminya, ia mengangkat suaranya yang lembut dan merdu untuk menyanyikan lagu pujian yang mengungkapkan keyakinannya kepada Allah.
Saat menerima hasil yang tidak menggembirakan dari dokter, saat kondisi keuangan tidak juga membaik, saat segala upaya untuk mendamaikan hubungan terus gagal, saat kematian merenggut orang-orang yang kita cintai – kiranya kita juga dikuatkan untuk berkata, “Tetapi Engkau, Tuhan, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku” (Mzm. 3:4).
Bagaimana respons Anda dalam situasi yang menekan Anda baru-baru ini? Bagaimana kesadaran bahwa Allah adalah perisai Anda telah menghibur hati Anda?
Bapa Surgawi, tolonglah aku melihat bahwa walaupun hidup ini penuh dengan kesulitan, aku tetap dapat mengalami penghiburan di dalam-Mu.
Apakah yang Anda bagikan hari ini?