29 January 2026 02:29:03
S.A.T.E
Saat Teduh | Devotional Time
Sudah selesai membaca S.A.T.E kemarin, klik tombol di bawah untuk kembali ke S.A.T.E hari ini :
Lihat S.A.T.E Hari ini Halaman Utama GBI Gama
Rabu, 28 Januari 2026
PUJIAN PENGUBAH SUASANA HATI
Bacaan: Yohanes 21:17-25
Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
(Amsal 14:30)
RENUNGAN FIRMAN
“Kapan-kapan, akan kutaruh semuanya di Facebook” dan “bukan cuma yang baik-baik saja, lho!”
Itu komentar teman saya, Sue – saat makan siang bersama suaminya yang membuat saya tertawa terbahak-bahak sekaligus berpikir. Media sosial bisa bermanfaat – kita dapat menjalin hubungan dengan teman-teman yang tinggal jauh dan sudah lama tidak berjumpa, serta berdoa untuk mereka. Namun, jika tidak hati-hati, media sosial bisa membuat kita terjebak dalam pandangan hidup yang tidak realistis. Ketika sebagian besar dari apa yang kita lihat di media sosial adalah “hal-hal baik” yang ditampilkan orang, kita bisa tertipu dan mengira hidup orang lain bebas dari masalah, sambil merasa ada yang tidak beres dengan hidup kita sendiri.
Membanding-bandingkan diri dengan orang lain akan membuat kita tidak bahagia. Ketika para murid saling membandingkan diri (lihat Luk. 9:46; 22:24), Yesus segera menengahi mereka. Tak lama setelah kebangkitan-Nya, Yesus memberi tahu Petrus bahwa ia akan menderita karena imannya. Lalu Petrus melihat Yohanes dan bertanya kepada Tuhan, “Apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus, “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” (Yoh. 21:21-22).
Yesus menunjukkan kepada Petrus cara terbaik untuk berhenti membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Saat pikiran kita terfokus kepada Allah dan semua yang telah diperbuat-Nya untuk kita, kita akan mulai berhenti memikirkan diri sendiri dan rindu untuk mengikuti-Nya. Di dunia yang penuh persaingan dan tekanan ini, Dia hadir memberikan kita kasih dan damai sejahtera-Nya. Tiada yang sebanding dengan-Nya.
Bagaimana Anda bisa menggunakan media sosial dengan cara-cara yang menghormati Allah? Bagaimana hubungan yang erat dengan Allah dapat menjaga Anda dari sikap membanding-bandingkan diri dengan orang lain?
MEMBANDING-BANDINGKAN AKAN MERENGGUT SUKACITA.
-Theodore Roosevelt
Apakah yang saya bagikan hari ini?